Keperawatan maternitas dan aplikasi sel pada wanita atau ibu hamil
Keperawatan maternitas dan aplikasi sel pada wanita
atau ibu hamil
Rizkiyatul Hadiyah
S.Tr Keperawatan Lawang
rizkiyatul24@gmail.com
Abstrak :
Maternitas adalah peristiwa alamiah dan fisiologi yang
terjadi pada wanita, peristiwa tersebut didahului oleh suatu fertilisasi yang
membentuk zigot dan akhirnya menjadi janin, dan mengalami proses
perkembangbiakan didalam uterus sampai proses persalinan.
Keperawatan maternitas merupakan pelayanan yang
ditujukan kepada seluruh wanita yang berkaitan dengan sebelum kehamilan, saat
kehamilan, saat melahirkan, saat nifas biasanya enam minggu, dan saat bayi
dilahirkan sampai berusia 40 hari. Pelayanan maternitas sangant membutuhkan
pelayanan yang professional dikarenakan asuhan keperawatan nya bersifat holistic
dengan selalu menghargai klien dan keluarga klien . sebgai perawat harus
menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak meenentukan perawatan yang sesuai.
Keperawatan yang dilakukan meliputi kegiatan advokasi
dan melakukan tindakan keperawatan dalam mengatasi permasalahan pada saat
persalinan dan nifas, mengatasi penyimpangan-penyimpangan secara dini dari
keadaan normal mulai awal kehamilan sampai saat persalinan, jika saat
kondisi-kondisi yang membutuhkan penangan lebih lanjut dapat merujuk kepada tim
kesehatan lainya.pelayanan maternitas ini sangat focus pada pemenuhan kebutuhan
dasar klien dalam melakukan adaptasi fisik dan psikosisoal dengan menggunakan
proses asuhan keperawatan yang maksimal.
Kata kunci :,
peran, aplikasi, ibu dan wanita.
Pendahuluan
Keperawatan
maternitas saat ini membutuhkan pelayanan yang professional dan berkualitas karena hal itu menyangkut keselamatan
ibu dan anak jadi diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki skill yang sudah teruji
supaya dapat melaksanakan persalinan dengan benar. MenurutMay
&Mahlmeister (1990) “Keperawatan Maternitas merupakan persiapan
persalinan serta kwalitas pelayanan kesehatan yang dilakukan dan difokuskan
kepada kebutuhan bio-fisikdan psikososialdariklien, keluarga ,
danbayibarulahir”.
Auvenshine& Enriquez
(1990) menyatakanbahwa “KeperawatanMaternitasmerupakan sub system
dari pelayanan kesehatan dimana perawat berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya
untuk membantu beradaptasi pada masa
prenatal, intranatal, postnatal, dan masa interpartal”.
“Keperawatan Maternitas merupakan
pelayanan professional berkwalitas yang
difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu selama proses konsepsi/ kehamilan, melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru lahir
dengan menekankan pada pendekatan keluarga sebagai sentra pelayanan”.
(Reede, 1997).Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan harus sesuai dengan
kebutuhan kondisi dan keadaan pasien,
apabila tidak sesuai hal tersebut berpengaruh pada kondisi tubuhnya.
Perawatan
kesehatan pada ibu saat reproduksi sangat mempengaruhi ruang lingkup dan tugas para
perawat spesialis maternitas, karena perawat
spesialis maternitas sangat mempengaruhi kesehatan pada perempuan semasa hidupnya
(Murray, 2007).
A. Peran
keperawatan maternitas
Peran perawat dalam
keperawatan maternitas menurut Reede1997 :
a. Pelaksana
Perawat yang bekerja member asuhan
keperawatan di tempat pelayanan kesehatan.
b. Pendidik
Pendidik disini dapat sebagai dosen bagi pasien maupun perawat memberikan
pendidikan kepada klien.
c. Konselor
Perawat sebagai seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling
kepada klien , konselor bertanggung jawab memberikan layanan dan konseling .
d. Role model bagi para ibu
Panutan bagi para ibu-ibu yang sedang menjalankan keperawatan maternitas.
e. Rode model bagi teman sejawat
Panutan para teman sejawat yang sedang
menjalankan keperawatan maternitas.
Pada
masa sekarang ini, tekhnologi semakin canggih ,saat ini sudah terdapat aplikasi
dibidang keperawatan. Aplikasi tersebut biasanya dibuat oleh para perawat.
Kesehatan ponsel banyak dikembangkan bidang keperawatan terkait dengan banyak tujuan.
Penelitian dilakukan oleh Hariyati dkk (2011) tampil bahwa “Ada kebutuhan keperawatan
terpadu system informasi manajemen (NMIS)
untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi yang
lebih baik antara Puskesmas , rumah sakit dan lainnya sector terkait untuk
memberikan perawatan kesehatan yang lebih baik layanan ”. “Tidak hanya untuk manajemen
system tetapi juga dapat digunakan sebagai pendidikan media untuk
perencanaan hidangan dan sebagai keperawatan dokumentasi perawatan menghasilkan
peningkatan kualitas dokumentasi dan efisiensi waktu “(R. T. S. Hariyati,
Afifah, &Handiyani, 2010; R. T. S. Hariyati, Yani, Eryando, Hasibuan,
&Milanti, 2016). Hariyati (2012) juga menjelaskantentang “Sebuah studi kualitatif tentang Fokus diskusi
kelompok perawat menunjukkan hal itu mereka mengharapkan perkembangan tele health yang
baik atau kesehatan seluler untuk mendukung pasien dan perawat ”.
B. Aplikasi pada sel ibu hamil
Menurut
Chaves (2017) “Aplikasi di sel- sel ibu hamil Ponsel akan mengumpulkan data
dari si ibu hamil termasuk kebutuhan belajar dari ibu hamil , lalu mengirim data
ke system pusat, selanjutnya pusat
system akan mengirim kiat atau informasi pesan diperlukan untuk ibu hamil.
Selain informasi tersebut akan didokumentasikan dalam laporan pekerja kesehatan
dan akan ditunjukkan dalam situs web ”.
Implementasi kesehatan mobile di
Indonesia praktek asuhan keperawatan
antenatal adalah juga dikembangkan oleh
Ledford et al.
(2016). Penelitian ini menunjukkan hasil positif pada manajemen diri ibu
dan kemauan untuk belajar dari 10 minggu
ke 32 minggu kehamilan (Ledford et al.,
2016). Survei online dilakukan oleh Lupton
& Pedersen (2016) di penggunaan kesehatan ponsel oleh wanita hamil menunjukkan
bahwa aplikasi itu sangat membantu untuk wanita hamil , terutama dalam memperoleh
informasi tentang kehamilan, pemantauan perkembangan
dan pemahaman janin wanita hamil tentang fisik
yang berpengalaman dan adaptasi psikologis.
Sebagai
Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan pelayanan yang memenuhi
dan melebihi kebutuhan dan
harapan klien. Oleh karena itu, menurut aghlmand et al (2008) “ mengidentifikasi
kebutuhan dan harapan pasien merupakan hal yang penting untuk mengukur dan
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan”.
Saat
ini diIndonesia maraknya permasalahan dikesehatan diantaranya adalah masih tingginya
angka kematian ibu dan bayi, rendahnya gizi
balita dan perempuan. Semakin meningkatnya keja dan penyakit tidak menular yang diantaranya adalah penyakit kanker pada perempuan
(Kemenkes, 2015). Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah tersebut melalui upaya
peningkatan kesehatan masyarakat dengan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. (Kemenkes RI,
2015).
Menurut Rahayuwati (2016) “Secara
umum asuhan keperawatan maternitas bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu
dan anak secara menyeluruh baik pada tingkat fisik, emosi, psikologis, maupun
social dan spiritual. Secara spesifik, program tersebut diterjemahkan:
Meningkatkan akses layanan untuk status kesehatan yang menyeluruh; Memberikan
layanan dasar; Melakukan rujukan sosial dan kesehatan yang diperlukan;
Melakukan kolaborasi dalam pengembangan dan perencanaan program kesehatan;
Memberikan pendidikan kesehatan; Advokasi mengurangi hambatan layanan kesehatan
dan mendukung akses layanan kesehatan sesuai kebutuhan klien”.
Untuk meningkatkan
kenyamanan pasien maternitas Rahayuwati, dkk (2016) menyatakan “Model dibangun dengan tujuan untuk 1)
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan; 2) untuk mengembangkan pengalaman
mahasiswa dengan pasien; 3) menyediakan pendidik perawat berkualitas untuk
menunjang siswa; 4) mendorong mahasiswa untuk meningkatkan hasil praktek klinis.
Simpulan dan
saran
Kesimpulan dari
pembahasan ini bahwa maternitas
itu merupakan suatu keadaan dimana
seluruh wanita saat awal kehamilan sampai bayi dilahirkan membutuhkan pelayanan
yang professional, serta bagaimana cara perawat memberi asuhan yang baik.
Peran
perawat ,klien, dan keluarga klien sangat penting pada keperawatan maternitas
ini. Karena pada asuhan keperawatan sangat membutuhkan kenyamanan pada pasien.
Dan baru-baru ini terdapat aplikasi sel untuk wanita termasuk aplikasi sel pada
ibu hamil.
Daftarrujukan
C. J., C. E., & M. A. (2017). maternal
health surveillance system. International Public Health Journal, ,
145-151.
H. R., &
S. J. (2012). Perceptions of Nursing Care for Cardiovascular Cases ,
Knowledge on the Telehealth and Telecardiology in Indonesia Perceptions of
Nursing Care for Cardiovascular Cases , Knowledge on the Telehealth and
Telecardiology in Indonesia .
Hariyati,R.T.S,
Afifah,E, & H. H. (2010). Developing prototype model of discharge
planning with CD learning media in Indonesia. Scientific Research and Essays,
5(12),. 1463-1469.
Hariyati,R.T.S,
Delimayanti,M.K, & Widyatuti,T. (2011). Developing protototype of the
nursing management information system in Puskesmas and hospital , Depok
Indonesia. African Journal of Business Management,
5(22),doi:10.5897/AJBM11.2356. 9051-9058.
hine, A.,
& enriquez. (1990).
Jhon S, M.
(2009). MEDSURG Nursing , 273.
KEMENKES.
(2015, 03 23). Menkes canangkan komitmen penanggulangan kanker di
Indonesia . Retrieved 09 10, 2018, from . www.depkes.go.id
L. C., R. M.,
C. L., & H. A. (2016). Patient Education and Counseling Mobile
application as a prenatal education and engagement tool : A randomized
controlled pilot $. Patient Education and Counseling, 99(4), , 578-582.
L. D., &
P. S. (2010, 10 16). An Australian survey of women ’ s use of pregnancy and
parenting apps. Womenand Birth, 29(4. pp. 368-375.
May, &
mahlmeister. (1990).
Rahayuwati,
L., Ermiati, & Trisyani, M. (2016). EFEKTIFITAS DAN KEPUASAN PASIEN PADA
PELAYANAN KEPERAWATAN MATERNITAS. Jurnal Sistem Kesehatan .
Rahayuwati,
Laili, Ermiati, Trisyani, & Mira. (2016, 09 05). :
http://jurnal.unpad.ac.id/jsk_ikm/article/view/10414. jurnal sistem kesehatan
, 30.
reede.
(1997).
Komentar
Posting Komentar